KRONOLOGI Bocah 13 Tahun Tewas Terlindas Truk, Polisi Sebut Demi Konten hingga Agar Viral & Terkenal

Seorang remaja tewas setelah terlindas truk bermuatan tanah yang melaju di Jalan RE Mratadinata, Cikarang Utara. Kejadian tersebut terjadi pada Minggu (11/7/2021). Polisi mengatakan kini 10 saksi tengah diperiksa atas kejadian tersebut, termasuk rekan rekan korban juga orang tua korban.

"Jadi mereka itu punya konten di Facebook, jadi Facebooknya itu dia memang membuat konten seolah olah memberhentikan kendaraan dengan kekuatan, jadi menahan truk gitu, memang mencari sensasi supaya viral dan terkenal juga, awalnya seperti itu," terang Kasatlantas Polres Metro Bekasi AKBP Argo Wiyono, dikutip dari , Minggu (18/7/2021). Kronologi kejadian nahas itu awalnya bermula saat korban bersama dengan rekan rekannya bermaksud membuat konten untuk akun sosial media mereka. Saat itu sebuah truk bermuatan tanah melintas di Jalan RE Martadinata, Cikarang Utara.

Korban FA (13) ikut turun ke jalan beraksi memberhentikan truk yang melintas tersebut, sedangkan temannya merekam aksi mereka. Namun, pengemudi truk saat itu tidak menghentikan laju kendaraannya saat diadang sekelompok remaja tersebut. Akibatnya sejumlah remaja yang melakukan aksi nekat terlindas truk.

FA meninggal dunia, akibat mengalami luka berat di bagian kepala. Luka berat lantaran kepalanya terbentur separator jalan. "Satu lagi berinisial RA (16), masih dirawat saat ini di rumah sakit karena luka para di bagian paha hingga pinggang karena terlindas truk," paparnya.

Argo juga mengatakan sekelompok remaja ini memang sering membuat video nekat, lantas diunggah di sosial media. Bahkan mereka merupakan sekelompok tim, ada yang bertugas sebagai aktor yang menyetop truk, memvideokan, mengedit bahkan bantu memviralkan. Dari hasil penyelidikan polisi, kelompok remaja ini biasa mengunggah hasil video konten berbahaya di akun Facebook Jan Stovia.

Di akun tersebut kata Argo, sudah ada sekitar kurang lebih sembilan video adegan berbahaya dengan konsep menyetop kendaraan yang sedang melaju di jalan, dan kini telah di takedown . Sementara saat ini keberadaan sang sopir truk masih dicari, dan terkait status belum ditentukan apakah dia tersangka atau masih sebatas saksi. Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan dari semua proses mengemudi, yang paling sulit adalah melakukan pengereman.

Terlebih untuk mobil truk. Hal ini lantaran jarak berhentinya tidak bisa seketika, butuh jarak yang panjang, dikutip dari Kompas . Dirinya juga mengatakan tidak bisa dengan mudah sopir truk menghindari obyek di depannya karena akan berpengaruh pada keseimbangannya.

"Enggak bisa juga melakukan pengereman dengan cara menghindar, karena keseimbangan truk tersebut langsung hilang dan itu pasti susah dikuasai hingga banyak berujung kecelakaan," kata dia. Pihaknya juga mengingatkan, jalan raya merupakan tempat mesin atau kendaraan yang bergerak dinamis dengan kecepatan, karakter, dan kemampuan yang berbeda beda. Sehingga para pengemudi truk harus siap menerima risiko kecelakaan.

Selain itu, menurut Sony, tidak semua pengemudi mampu mengemudi dalam kondisi prima. Contohnya pada malam hari, di mana kondisi pengemudi mengalami penurunan kemampuan motorik dalam bereaksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.